Bacaan hari minggu ini, 22 Februari 2026, menggambarkan kemenangan Yesus dicobai iblis di padang gurun setelah berpuasa empat puluh hari lamanya. Ia menunjukkan bahwa godaan bisa dikalahkan dengan firman, doa dan percaya pada Allah, sebagai kunci melawan dan mengalahkan godaan materi dan penyalahgunaan kuasa. (Mat. 4 : 1-11) Dalam bacaan pertama (Kej. 3 : 1-7), menggambarkan suatu cerita yang kontras dengan cerita Yesus yang mengalami godaan di padang gurun dan memperoleh kemenangan atas kuasa dosa, dan tidak seperti Adam dan hawa yang mengalami godaan si iblis, dan mengalami kejatuhan ke dalam dosa karena mereka membiarkan tipu daya iblis masuk ke dalam hati mereka. Mereka tergoda oleh keinginan menjadi seperti Allah yang akhirnya kehilangan kepercayaan kepada-Nya. Kemenangan Yesus membuktikan diri-Nya layak disebut sebagai Mesias yang taat total kepada Allah. Ia senantiasa membuktikan ketaatan-Nya dengan menggunakan Firman Allah. " Ada tertulis : Manusia hidup bukan...
Hari minggu ini, 15 Maret 2026, Gereja memasuki PEKAN IV PRAPASKAH, disertai bacaan Injil Yohanes 9 : 1-41. Bercerita tentang penderitaan atau kebutaan seseorang sejak lahirnya. Murid-murid Yesus bertanya : "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, dia sendiri, atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?" "Bukan dia, dan bukan juga orang tuanya, tetapi supaya pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia." (Yohanes 9 : 2-3) Penyembuhan orang buta menjadi tanda bahwa Yesus adalah Terang Dunia yang mengusir kegelapan dosa dan memberikan penglihatan rohani. Meskipun dilakukan-Nya pada hari Sabat karena belas kasihan dan menantang legalisme agama, serta pekerjaan Allah lebih penting daripada aturan kaku. Buta adalah lambang keterbatasan manusia dalam melihat kebenaran, mengenal kasih Allah, dan memahami tujuan hidup. Banyak orang bisa melihat secara jasmani, tetapi buta secara rohani. " Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu...
Minggu ini, 28 Desember 2025, Gereja merayakan Pesta Keluarga Kudus, Yesus, Maria, dan Yosef. Adalah perayaan dalam tradisi kristen Yang merayakan keluarga kudus dari Nazaret sebagai teladan utama bagi semua keluarga, menekankan kasih, kesederhanaan, ketaatan kepada Tuhan, dan nilai-nilai persatuan dalam keluarga. Pesta Keluarga kudus ini dirayakan setelah Natal sebagai pengingat akan kehidupan kristen yang ideal. Dirayakan pada hari minggu dalam oktaf (delapan hari) setelah hari Natal antara 26 Desember hingga 1 Januari, menjadikannya paringatan penting di antara perayaan Natal dan Tahun Baru. Meneladani Keluarga Yesus yang bersahaja namun dipenuhi kasih, dan menjadi panutan dalam manghadapi tantangan hidup, dan bertumbuh dalam iman bersama Allah. Keluarga ini juga sangat patuh pada adat-istiadat setempat. Keluarga Kudus Nazaret mengajarkan kepada kita tentang kesetian, pengorbanan, dan keharmonisan, meskipun mereka manghadapi berbagai tantangan dan rintangan, dan men...
Komentar
Posting Komentar