Terbaik
Terbaik
Sering kata maaf diucapkan Fanny kepada Donny, setelah mengingkari janji dan mengecewakan Donny, ia akan memberi alasan yang berbeda-beda kepada kekasihnya itu. Ironisnya semua alasan yang diutarakan Fanny masuk akal. Ia bilang ibunya kurang sehat, menemani tamu di perusahaan, lembur di kantor, dan banyak lagi alasan yang dibuat menjadi senjata untuk meyakini Donny supaya tidak marah dan memaklumi situasi dan keadaannya.
Donny berusaha untuk tidak lagi mengingat Fanny dan melupakannya sebagai kekasih hatinya. Tidak ada rasa tanggung jawab dari diri Fanny telah membuat Donny kecewa dan ingin mengakhiri hubungannya dengannya. Keputusan itu diambil Donny untuk menghindari dirinya kelak bila sudah resmi menjadi pasangan hidupnya, Donny tidak ingin kelak rumahnya tangganya tidak harmonis dan tidak saling percaya diantara mereka berdua.
Keputusan Donny itu karena Donny tidak ingin mengecewakan kedua orangtuanya. Mereka telah bekerja keras dan menyayangi dirinya. Membiaya sekolah sampai sudah mandiri di dalam hidup yang baik dan berkecukupan. Dan Donny ingin berhati-hati di dalam mencari pasangan hidupnya, seperti kedua orangtuanya yang rukun dan berjuang bersama untuk dapat memberi kehidupan keluarga yang baik dan bahagia selain saling cinta dan memberi perhatian satu dan lain.
Ketika Fanny menghubungi Donny lewat ponselnya, Donny melihat dan tidak mengangkatnya. Donny membiarkan ponselnya berbunyi lama dan akhirnya putus. Tak beberapa lama Fanny menelpon lagi, dan Donny membiarkannya. Karena tidak diterima oleh Donny, Fanny mengirim pesan lewat WA, meminta maaf kepadanya karena telah mengingkari janji dan membujuk Donny untuk berbaikan lagi, serta mengajak jalan-jalan, makan, dan lainnya.
Donny tidak memberi jawaban apa pun kepada Fanny lewat ponselnya, Dia terus menyibukkan diri dengan pekerjaan di kantor. Dalam hatinya Donny berkata:
"kenapa kamu masih memberi harapan kepadaku, Fan?, aku tak ingin kamu menjadi orang yang plin-plan, tidak bisa mengambil keputusan yang tegas antara aku dan orang yang akan dijodohkan sama kamu!"
Donny berusaha untuk tidak mengindahkan kekasih hatinya itu. Dia sudah bulat tidak mau menjadi orang yang hanya menerima keluhan-keluhan Fanny tetapi juga ia akan menikah dengan orang pilihan ayahnya.
Fanny merasa kecewa kepada Donny yang tidak mau berhubungan lagi dengan dirinya, sebenarnya Fanny berharap Donny, kekasihnya itu bisa menjadi teman baiknya. Di satu sisi Fanny tidak bisa menjadi orang yang tidak berbakti kepada orang tuanya yang menentukan masa depannya. Fanny tidak bisa memilih ke dua-duanya.
"Maafkan aku, Don, aku tidak memiliki keberanian untuk mengingkari janji ayahku kepada rekan bisnisnya yang telah berjanji menjodohkan anak-anak mereka."
Seiring berjalannya waktu, Donny perlahan-lahan sudah bisa melupakan Fanny, kekasihnya itu. Donny fokus dengan pekerjaannya dan berteman dengan teman-teman lamanya semasa sekolah dan kuliah selain teman-kantornya. Donny tidak merasa kesepian setelah berpisah dengan Fanny. Kesibukan dan sosialisasi bersama mereka telah membantu Donny untuk melupakan Fanny, dan perlahan-lahan berusaha mencari dan menemukan kekasih yang jauh lebih baik dan saling pengertian.
Sementara itu Fanny juga telah menyadari dan melupakan Donny. Fanny tidak ingin menyakiti kekasihnya itu demi keuntungan pribadinya. Karena Fanny sebenarnya sangat mencintai Donny tetapi ia merasa bahwa dirinya tidak berjodoh dengan Donny. Fanny mendoakan: "semoga Donny menemukan wanita yang baik dan benar-benar sayang kepadanya, semuanya bisa berjalan lancar dan tidak dengan dirinya."
Donny tetap melakukan aktivitas seperti biasanya setiap hari kerja. Tidak ada yang aneh atau berbeda, semua berjalan seperti biasa. Hari berikutnya, Hendra teman satu kantor Donny masuk ke kantor dan mendekati Donny sambil membawa surat undangan yang akan diberikan kepadanya.
"Ini, ada surat undangan buat kamu, itu tertera nama mantan kekasihmu yang hari Sabtu ini menikah."
"Terima kasih Hen." Sambil melihat surat undangan yang diterima dari Hendra, sahabatnya di kantor dan telah mengetahui lika-liku hubungan Donny dan Fanny.
"Bagaimana, kamu datang gak?, sebaiknya kamu datang dan memberi dukungan dan doa untuknya." Saran Hendra kepada dirinya.
Dan Donny tidak menjawab hanya mengangguk dan senyum.
Pada hari Hnya, Donny datang ke pesta pernikahan Fanny dan pasangan pilihan orang tuanya. Donny mendatangi kedua mempelai dengan senyuman manis dan dibalas Fanny dengan senyuman bahagia ketika melihat Donny menghampiri dirinya dan mengucapkan selamat berbahagia kepadanya dan pasangannya. Dan pesta itu pun berjalan meriah dan lancar.
Donny dan Fanny merasa lega dan bahagia karena mereka berdua dapat menerima segala hal yang telah terjadi dengan pikiran dewasa dan saling mendoakan yang terbaik bagi mereka kedepannya. Dan menyadari bahwa "Kadang Cinta tidak harus saling memiliki".
Rays
220919
Komentar
Posting Komentar