SIMON, ANAK YOHANES, APAKAH ENGKAU MENGASIHI AKU ?

 
Bacaan Injil Yohanes 21 : 1-19, hari ini tanggal 04 April 2025, Yesus menampakkan diri-Nya untuk ke tiga kalinya kepada murid-murid di Pantai Danau Tiberias setelah Ia bangkit dari antara orang mati.

Ketika itu para murid kembali dengan kesibukannya sehari-hari sebagai nelayan, pergi ke danau untuk menjala ikan. Yang bekerja semalaman dan memperoleh sedikit hasilnya.

Yesus berdiri di pinggir danau dan melihat pekerjaan mereka yang tidak mendapat ikan seperti yang diharapkannya, waktu itu siang hari dan para murid tidak mengetahui bahwa itu Yesus.

Kemudian Yesus menyuruh mereka menebarkan jalanya di sebelah kanan perahu. Mereka mematuhi perintah Yesus dan memperoleh banyak ikan dan bersusah payah
menariknya ke darat. Akhirnya mereka mengenali bahwa Dia adalah Yesus, Gurunya.

Lalu Yesus mengajak murid-Nya sarapan dengan beberapa ikan yang baru mereka tangkap.

Setelah sarapan Ia bertanya kepada Simon Petrus : Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?"
Jawab Simon Petrus kepada Gurunya : "Benar Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu aku mengasihi Engkau."

"Gembalakanlah domba-domba-Ku."

Pertanyaan Yesus kepada Petrus berulang sampai tiga kali. Mengingat Petrus pernah menyangkal gurunya sampai tiga kali, saat Yesus menghadapi pengadilan agama Yahudi

Padahal sebelumnya Petrus sesumbar dengan perkataannya, "Biar pun mereka semua terguncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak. (Mat. 26 :33), aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu."(Yoh.13 :37).

Sayangnya kata-kata indah Petrus itu tidak terwujud menjadi kenyataan. 

Pertanyaan Yesus sebenarnya bukan dimaksudkan untuk balas dendam atau untuk menghakiminya tetapi Ia ingin memulihkan dan menguatkan semangat Petrus untuk menjadi utusan-Nya, dan sekaligus menggembalakan umat-Nya seperti Allah Bapa mengutus diri-Nya. ( Yoh. 20 : 21)

Karena Yesus sangat memahami Petrus, sampai Ia pun meramalkan dirinya, bagaimana kelak ia akan mati. Karena Petrus akan memuliakan Allah dan akan mati dengan cara yang sama seperti kematian gurunya. Ia akan mengalami penderitaan dan mati demi imannya. ( Yoh.21 : 18-19)

Sekarang perutusan yang sama juga diberikan kepada kita untuk mewartakan sabda keselamatan sekaligus menggembalakan umat Allah 

Tuhan Memberkati 
Raymundus Susanto
CIC-Jonggol
Bogor

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerendahan Hati Orang Ini Sebagai Orang Yang Dibenarkan Allah

Terbentang Jurang Yang Tak Terseberamgi

YESUS MENANGIS NAMUN MENUNJUKKAN KEPEDULIAN-NYA