INILAH ROTI HIDUP YANG TELAH TURUN DARI SORGA
"Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia." (Yohanes 6 : 51)
Hari Minggu ini, 22 Juni 2025, Gereja merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Hari raya ini ditetapkan oleh Paus Urbanus IV pada 8 September 1264, yang isinya memaklumkan agar Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus dirayakan setiap tahun pada hari Kamis sesudah Hari Raya Tritunggal Mahakudus.
Tetapi, berpedoman kanon 1246 poin 2, KWI menetapkan agar Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus dirayakan pada hari Minggu kedua setelah Hari Raya Pentakosta atau hari Minggu pertama setelah Hari Raya Tritunggal Mahakudus (indonesiapapist.com)
Bacaan Injil Lukas 9 : 11b-17, Minggu ini, 22 Juni 2025, menceritakan peristiwa Yesus memberi makan Lima Ribu Orang dengan Lima Roti dan Dua Ikan.
Selain nerkhotbah tentang Kerajaan Allah, Yesus menyembuhkan orang dari sakit-penyakit, dan Dia juga memberi makan orang banyak, lima ribu orang laki-laki(ay.11). Sebagai tindakan nyata Yesus untuk memenuhi kebutuhan orang banyak secara "Fisik". (Jasmani)
Yesus memberi makan lima ribu orang mengingatkan kita kepada Ekaristi, dikenyangkan secara " Rohani" oleh Tubuh dan Darah-Nya (1 Kor. 11: 23-26)
Santapan rohani itu di dapat saat kita merayakan Ekaristi, dengan sadar memenuhi undangan-Nya, mendengar sabda-sabda-Nya dan menimba kakuatan batin dengan makan Tubuh Kristus.
Senantiasa mendorong kita untuk berbagi dan berbela rasa kepada orang lain dengan menyantap Tubuh dan Darah-Nya berarti Allah memberi makan umat-Nya.
Dengan percaya kepada Kristus, kita menerima hidup rohani dan mengambil bagian dalam kehidupan kekal melalui penebusan dan kematian-Nya.
Jadi siapa pun dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, dan tidak mengakui tubuh Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan, karena tidak menguji dirinya sendiri dan akan mendatangkan hukuman atas dirinya, seperti : lemah, sakit, bahkan tidak sedikit yang meninggal. (1 Kor. 11 :27-34)
Maka pantaslah diri kita menyambut Tubuh dan Darah-Nya supaya layak dapat bersama dan bersatu dengan Tuhan di dunia dan kelak di kehidupan kekal.
Refleksi
1. Apakah kita mau mendengar dan fokus dengan sabda-sabda Tuhan saat perayaan Ekaristi Kudus di gereja?
2. Apakah kita mau menyantap makanan bukan jasmani saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah? (Matius 4 : 4)
Selamat Merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus
Tuhan Memberkati
Raymundus Suyanto
CIC-Jonggol
Bogor
Komentar
Posting Komentar