IKUTLAH AKU, KAMU AKAN KUJADIKAN PENJALA MANUSIA
Mencintai Sabda Allah merupakan sarana untuk berkomunikasi dengan Allah, bukan hanya sebagai pedoman hidup. Demikian arahan Paus Fransiskus yang menentukan Hari Minggu Biasa III sebagai Hari Minggu Sabda Allah yang dikhususkan sebagai perayaan, pendalaman, dan penyebaran Sabda Allah, yang bertepatan dengan peringatan 1600 tahun wafatnya Santo Hieronimus, dokter Gereja dan penerjemah Kitab Suci ke dalam Bahasa Latin (Vulgata) pada 30 September 2019.
Pada Injil Matius 4 : 11-23, bacaan minggu ini, 25 Januari 2026, menceritakan tentang makna inti dari pelayanan Yesus, Sang Sabda, yang hadir sebagai cahaya yang besar bagi bangsa-bangsa yang diam dalam kegelapan dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit terang.
Sejak waktu itulah Yesus senantiasa mewartakan Injil, sehingga semua orang dapat melihat terang-Nya untuk memperoleh pertobatan, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat dengan meninggalkan cara hidup lama dan mengikuti Dia, untuk menjadi penjala manusia dan terang di tengah kegelapan dengan mewartakan Injil.
"Karena tidak selamanya akan ada kegelapan untuk negeri yang terhimpit itu. Kalau dulu Tuhan merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka kemudian hari Ia akan memuliakan jalan ke laut, daerah seberang sungau Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain (Yes. 8 : 23).
Sebab kuk yang menekannya dan gandar yamg di atas bahunya serta tongkat si penindas kau patahkan seperti hari kekalahan Midian." (Yes. 9 : 3)
Karya dan Sabda-Nya menguatkan dan sekaligus menggerakkan hati kita untuk selalu tinggal bersama-Nya dalam sabda yang kita renungan setiap saat. Oleh sebab itu, kita dipanggil seperti para nelayan untuk meninggalkan hal-hal yang tidak sesuai kehendak Tuhan dan mengikuti Yesus, apa pun konsekuensinya.
Hendaknya kita terus bertekun dalam membaca, merenungkan, mendalami dan menghayati Sabda Tuhan secara sungguh-sungguh dalam seruan, ajaran, dan kasih-Nya dalam Kitab Suci.
"Tetapi Aku menasihati kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir. (1 Kor. 1 : 10)
Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil, dan itu pun bukan dengan hikmat perkataan, supaya Salib Kristus jangan menjadi sia-sia." (1 Kor. 1 : 17)
Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea, Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu (Mat.4 : 23).
Tuhan Memberkati
Raymundus Susanto
CIC-Jonggol
Bogor
Komentar
Posting Komentar