Kristus Menyatakan Hukum Kepada Bangsa-Bangsa

"Yang kepada-Nya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atas-Nya, supaya Ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa." ( Yes. 42 : 1 )

Hari minggu ini, 11 Januari 2026, Gereja merayakan Pesta Pembatipsan Tuhan. Yesus di baptis di sungai Yordan, sebagai tanda dimulainya misi pelayanan-Nya bagi dunia untuk memperoleh keselamatan.

Sekaligus sebagai pengingat bagi umat-Nya akan indentitas mereka sebagai anak-anak Allah yang ditebus, dipanggil untuk menggenapi kehendak Allah untuk memperoleh hidup baru dalam Kristus dan menjadi terang dan garam dunia.

Sebagai utusan Bapa, Yesus membawa kabar baik, dan memaklumatkan Kerajaan Allah di tengah bangsa-bangsa. Menciptakan kembali hubungan baik dan perdamaian antara Allah dengan manusia.

Injil Matius 3 : 13-17, menegaskan tentang ketaatan dan kerendahan hati Yesus yang bersedia dibaptis dengan air oleh Yohanes. Sebelumnya Yohanes menolak dan mencegah-Nya untuk dibaptis dengan air, dan ia berkata : "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu." 

Kata-Nya kepada Yohanes : "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya penggenapan seluruh kehendak Allah."

Sesudah dibaptis, Yesus keluar dari air dan pada waktu itu, langit terbuka dan Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengar suara dari surga : "Inilah anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenaan."

Turunnya Roh Kudus atas Yesus, menegaskan bahwa Dia adalah hamba Allah, yaitu Yesus dari Nazaret. Dan Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan Kuasa yang kuat.

Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik, memberi damai sejahtera, dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai iblis, sebab Allah menyertai Dia. (Kis. 10 : 38)

Melalui baptisan , kita dapat meneladani Yesus Kristus menjadi pusat hidup kita sehari-hari di dunia. Selain menjadi anak-anak Allah, kita diangkat juga sebagai anggota Gereja yang dimerdekakan dari belenggu dosa dan dilahirkan kembali dalam Roh Kudus, menjadi kudus seperti Yesus.

Lewat pesta pembatisan Tuhan, adalah merupakan perayaan iman yang menegaskan indentitas kita sebagai Gereja Katolik Roma (universal) sebagai Gereja Allah yang diutus untuk mewujudkan kasih, kebenaran, dan keadilan-Nya di dunia. Karena Dia datang bukan untuk menghakimi, melainkan untuk melayani, dan menghidupkan umat-Nya yang percaya kepada-Nya untuk memperoleh hidup abadi bersama-Nya. 

"Akulah jalan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." ( Yoh. 14 : 6 )

Tuhan Memberkati
Raymundus Susanto
CIC-Jonggol
Bogor
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerendahan Hati Orang Ini Sebagai Orang Yang Dibenarkan Allah

Terbentang Jurang Yang Tak Terseberamgi

YESUS MENANGIS NAMUN MENUNJUKKAN KEPEDULIAN-NYA