MENGHIDUPI Nilai-Nilai Kerajaan Allah
Dalam bacaan Injil Matius 5 : 1-12a, 01 Pebruari 2026, Yesus mengundang muid-murid-Nya dan tentunya kepada kita pula sekarang ini, untuk menempuh jalan hidup bersama pewartaan nilai-nilai Kerajaan Allah, yang berlawanan dengan jalan hidup dengan pemikiran dunia lewat "Ucapan Bahagia".
"Berbahagialah orang miskin di hadapan Allah, bukan orang miskin secara materi melainkan ketergantungan total kepada Allah secara rohani dan karena merekalah, orang yang empunya Kerajaan Sorga.
Berduka atas dosa pribadi, Mereka pun akan dihibur, orang yang lemah lembut akan memeliki bumi, orang yang memiliki hidup benar, mereka pun akan dipuaskan, orang yang murah hatinya, akan beroleh kemurahan, orang yang akan membawa damai, akan disebut anak-anak Allah, dan orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, dicela dan difitnah, demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu, merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
"Carilah Tuhan , hai semua orang yang rendah hati di negeri, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati, karena di antara kamu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, mereka akan mencari perlindungan pada nama Tuhan (zef . 2 : 3 ; 3 : 12).
Demikian halnya Rasul Paulus pada jemaatnya di Korintus, mengingatkan, bagaimana keadaan mereka ketika dipanggil : "Menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang, tetapi apa yang bodoh bagi dunia dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat." (1 Kor. 1 : 26-28)
Karena itu seperti ada tertulis: "Siapa pun yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan." (1 Kor.1 : 31)
Oleh sebab itu, kita dikehendaki Tuhan untuk membangun hidup yang berakar pada kasih dan kebenaran Allah. Hidup bahagia menurut Injil yang berarti hidup memberi diri bagi sesama, ketika kita berdiri bersama yang kecil dan tersingkir, maka Kerajaan Allah hadir dalam hati kita.
Dan kita akan menjadi umat yang rendah hati dan tulus, yang membawa terang Kristus ke dalam dunia.
Tuhan Memberkati
Raymundus Susanto
CIC-Jonggol
Bogor
Komentar
Posting Komentar