Semuanya Terwujud dan Digenapi Sepenuhnya di Dalam Yesus Kristus
"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi, melainkan menggenapinya." (Mat. 5 : 17)
Bacaan Injil Matius 5 : 17-37, 15 Pebruari 2026, Yesus mengajak orang percaya untuk memahami hukum Taurat dengan baik dan benar. Melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat dan orang percaya itu akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
Meskipun Allah memberikan kebebasan kepada manusia untuk memilih kehidupan atau kematian, berkat atau celaka. Tetapi Allah menunjukkan jalan hidup melalui hukum kasih dan keselamatan-Nya bagi manusia.
"Tuhan tidak menyuruh orang menjadi fasik, dan tidak memberi izin kepada siapa pun untuk berdosa." (Sir. 15 : 15-20) Karena hukum Tuhan adalah panduan supaya manusia hidup dalam kehendak-Nya dan mengasihi sesama.
Tidak membunuh, merah, berkata kepada saudaranya kafir, berkata jahil, dan melakukan hal jahat lainnya kepada orang lain. Maka Sebaliknya kita harus menjaga pandangan dan niat hati, meskipun kita bukan dalam kesempurnaan, melainkan dalam integritas yang tinggi di dalam kesetiaan dan taat kepada Tuhan.
Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus menunjukkan bahwa kebijaksanaan sejati datang dari Allah, bukan dari dunia. "Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita." (1 Kor. 2 : 6-10)
Allah mengungkapkan hikmat-Nya kepada orang yang rendah hati, karena hidup yang dipimpin Roh Allah akan selalu berbuah dalam kasih, pengampunan, dan kebenaran.
Dan Yesus berkuasa atas hukum Taurat, supaya umat yang dipanggil memiliki kualitas hati yang suci, bukan sekadar ketaatan agamawi yang tampak di luar.
Ia menekankan bahwa kebenaran sejati dapat melebihi ahli-ahli Taurat, yang hidupnya tidak bercela, yang memegang peringatan-peringatan-Nya, mencari Tuhan dengan segenap hati, berpegang kepada ketetapan-Nya, dan belajar hukum-hukum-nya yang adil (Maz. 119 : 1-2; 4-5; 17-18; 33-34)
Kata-Nya : "selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat sebelum semuanya terjadi. Bahwa seluruh hukum Taurat hingga terkecil pun memiliki otoritas Ilahi yang permanen dan tidak bisa dibatalkan. Ia pun menjamin bahwa tidak ada satu pun firman Allah yang sia-sia, semuanya pasti terwujud dan digenapi sepenuhnya di dalam diri-Nya, melalui kehidupan, kematian, dan kebangkitan-Nya sebelum semuanya terjadi."
Tuhan Memberkati
Raymundus Susanto
CIC-Jonggol
Bogor
Komentar
Posting Komentar