Bacaan hari minggu ini, 22 Februari 2026, menggambarkan kemenangan Yesus dicobai iblis di padang gurun setelah berpuasa empat puluh hari lamanya. Ia menunjukkan bahwa godaan bisa dikalahkan dengan firman, doa dan percaya pada Allah, sebagai kunci melawan dan mengalahkan godaan materi dan penyalahgunaan kuasa. (Mat. 4 : 1-11) Dalam bacaan pertama (Kej. 3 : 1-7), menggambarkan suatu cerita yang kontras dengan cerita Yesus yang mengalami godaan di padang gurun dan memperoleh kemenangan atas kuasa dosa, dan tidak seperti Adam dan hawa yang mengalami godaan si iblis, dan mengalami kejatuhan ke dalam dosa karena mereka membiarkan tipu daya iblis masuk ke dalam hati mereka. Mereka tergoda oleh keinginan menjadi seperti Allah yang akhirnya kehilangan kepercayaan kepada-Nya. Kemenangan Yesus membuktikan diri-Nya layak disebut sebagai Mesias yang taat total kepada Allah. Ia senantiasa membuktikan ketaatan-Nya dengan menggunakan Firman Allah. " Ada tertulis : Manusia hidup bukan...
Siapapun meninggikan diri, ia akan direndahkan, dan siapapun merendahkan diri, ia akan ditinggikan. Misa minggu ini, kita memasuki Pekan Biasa XXX, 26 Oktober 2025, dengan bacaan Injil Lukas 18 : 9-14. "Adalah pentingnya kerendahan hati dan pengakuan dosa di hadapan Tuhan". Yesus dalam pengajaran-Nya kali ini, menceritakan perumpamaan tentang orang Farisi dengan pemungut cukai, mereka datang ke Bait Allah untuk berdoa. Orang Farisi berdoa sambil berdiri, dan mambanggakan dirinya serta membandingkan dirinya dengan orang lain (pemungut cukai) di hadapan Tuhan, serunya : "Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah, aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan persepuluhan dari seluruh penghasilanku, dan aku juga bukan seperti pemungut cukai. Sedangkan pemungut cukai berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan bes...
Hari minggu ini, 15 Maret 2026, Gereja memasuki PEKAN IV PRAPASKAH, disertai bacaan Injil Yohanes 9 : 1-41. Bercerita tentang penderitaan atau kebutaan seseorang sejak lahirnya. Murid-murid Yesus bertanya : "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, dia sendiri, atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?" "Bukan dia, dan bukan juga orang tuanya, tetapi supaya pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia." (Yohanes 9 : 2-3) Penyembuhan orang buta menjadi tanda bahwa Yesus adalah Terang Dunia yang mengusir kegelapan dosa dan memberikan penglihatan rohani. Meskipun dilakukan-Nya pada hari Sabat karena belas kasihan dan menantang legalisme agama, serta pekerjaan Allah lebih penting daripada aturan kaku. Buta adalah lambang keterbatasan manusia dalam melihat kebenaran, mengenal kasih Allah, dan memahami tujuan hidup. Banyak orang bisa melihat secara jasmani, tetapi buta secara rohani. " Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu...
Komentar
Posting Komentar