Bacaan hari minggu ini, 22 Februari 2026, menggambarkan kemenangan Yesus dicobai iblis di padang gurun setelah berpuasa empat puluh hari lamanya. Ia menunjukkan bahwa godaan bisa dikalahkan dengan firman, doa dan percaya pada Allah, sebagai kunci melawan dan mengalahkan godaan materi dan penyalahgunaan kuasa. (Mat. 4 : 1-11) Dalam bacaan pertama (Kej. 3 : 1-7), menggambarkan suatu cerita yang kontras dengan cerita Yesus yang mengalami godaan di padang gurun dan memperoleh kemenangan atas kuasa dosa, dan tidak seperti Adam dan hawa yang mengalami godaan si iblis, dan mengalami kejatuhan ke dalam dosa karena mereka membiarkan tipu daya iblis masuk ke dalam hati mereka. Mereka tergoda oleh keinginan menjadi seperti Allah yang akhirnya kehilangan kepercayaan kepada-Nya. Kemenangan Yesus membuktikan diri-Nya layak disebut sebagai Mesias yang taat total kepada Allah. Ia senantiasa membuktikan ketaatan-Nya dengan menggunakan Firman Allah. " Ada tertulis : Manusia hidup bukan...
" Kekayaan Duniawi Bukanlah Ukuran Kebenaran di mata Allah." Minggu ini, adalah Hari Minggu Biasa XXVI, 28 September 2025, bacaan Injil Lukas 16 : 19-31, mengandung pesan tentang cara menggunakan kekayaan dengan tidak egois, dan tidak mengabaikan sesama Yang menderita. Perumpamaan orang kaya Yang hidupnya berkelimpahan dan menikmati kenikmatan dunia, namun setelah meninggal ia mengalami kesengsaraan abadi, sementara Lazarus, pengemis dan miskin hidupnya masuk ke pangkuan Abraham . Ketika mereka hidup di dunia, orang kaya itu tidak memiliki kepedulian dan berbelas kasih kepada Lazarus, pengemis yang berbaring di samping pintu orang kaya itu, dan badannya penuh dengan borok, dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu, malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya. Kisah perumpamaan ini menekankan bahwa kepedulian dan kasih kepada sesama yang membutuhkan adalah kunci yang menentukan nasib akhir seseorang setelah meninggal. Da...
Siapapun meninggikan diri, ia akan direndahkan, dan siapapun merendahkan diri, ia akan ditinggikan. Misa minggu ini, kita memasuki Pekan Biasa XXX, 26 Oktober 2025, dengan bacaan Injil Lukas 18 : 9-14. "Adalah pentingnya kerendahan hati dan pengakuan dosa di hadapan Tuhan". Yesus dalam pengajaran-Nya kali ini, menceritakan perumpamaan tentang orang Farisi dengan pemungut cukai, mereka datang ke Bait Allah untuk berdoa. Orang Farisi berdoa sambil berdiri, dan mambanggakan dirinya serta membandingkan dirinya dengan orang lain (pemungut cukai) di hadapan Tuhan, serunya : "Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah, aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan persepuluhan dari seluruh penghasilanku, dan aku juga bukan seperti pemungut cukai. Sedangkan pemungut cukai berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan bes...
Komentar
Posting Komentar