Bahagia dan Celaka
Bacaan Injil Lukas 6 : 17, 20-26, hari ini, minggu 16 Pebruari 2025, menceritakan Yesus Kristus berkhotbah menyampaikan pengajaran-Nya di depan orang banyak dan murid-murid Yesus di sebuah tanah datar, dari biasa-Nya di bukit.
Sebelum berkhotbah, Yesus menyembuhkan orang banyak yang menderita bermacan-bermacam penyakit dan dirasuki oleh roh-roh jahat.
Kemudian Ia mengajarkan kepada murid-murid-Nya tentang "Sabda Bahagia" secara langsung ""Berbahagialah kamu....." (ay. 20-23), kata "Berbahagialah" itu mengandung pernyataan atau penegasan yang menyinggung nasib para pengikut Yesus akan mengalami perubahan total.
Kerajaan Allah yang tengah Yesus hadirkan, menjanjikan kepastian dapat memulihkan nasib umat-Nya yang menderita. "Sabda Bahagia" memberikan optimisme yang nyata, sebab didasarkan pada tindakan Allah yang sudah terbukti dalam sejarah.
Allah senantiasa membela orang beriman yang menderita dan tertindas. Bukti yang paling utama, adalah Allah memihak dan membenarkan Anak-Nya yang dipersalahkan dan dihukum mati, dan kemudian dibangkitkan-Nya.
"Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya kepada Dia. Orang itu akan seperti pohon yang di tanam di tepi air, yang menambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah." (Yer. 17 : 7-8)
Selain menyampaikan sabda bahagia, Yesus menambahkan ucapan peringatan secara langsung kepada murid-murid-Nya, yaitu : "Sabda Celaka", jika hanya menimbun dan mengandalkan kekayaan tanpa peduli dan berbela rasa, maka semua yang kita andalkan itu akan lenyap di dunia baru yang tengah dihadirkan oleh Yesus.
"Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatan dan kekayaannya, dan yang hatinya menjauh daripada Tuhan." (Yer. 17 : 5)
Tuhan menghendaki pengikut-Nya untuk berperan sebagai "Komunitas berbagi berkat", di mana orang lapar, orang miskin, dan orang menderita lainnya dapat merasakan perhatian dan bantuan dari kita, komunitas berbagi berkat.
Injil yang kita amini harus menjadi kabar gembira dan sukacita yang dapat memperbaiki hidup manusia seutuhnya dan supaya kelak kita dapat menikmati kehidupan abadi di sorga.
Tuhan Memberkati
Raymundus Susanto
CIC-Jonggol
Bogor
Komentar
Posting Komentar