Jangan Takut
Dalam bacaan hari ini, minggu 09 Januari 2025, Injil Lukas 5 : 1-11, menceritakan kondisi dan keadaan Simon yang tidak baik-baik saja. Ia mengalami kelelahan yang sangat luar biasa, kecewa, kesal, frustasi, bahkan putus asa oleh karena sepanjang malam bekerja keras menangkap ikan di tengah laut tetapi hasilnya nihil, tidak ada seekor ikan pun yang diperoleh.
Yesus mengetahui apa yang sedang di alami Simon, lalu Ia naik ke dalam salah satu perahu dari dua perahu mereka, yaitu perahu milik Simon. Yesus menyuruh Simon supaya menggerakkan perahunya sedikit lebih jauh dari pantai, dan Yesus kemudian duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.
Setelah selesai mengajar orang banyak, Yesus menyuruh kembali Simon bertolak ke tempat yang dalam dan menebarkan jalanya untuk menangkap ikan.
Namun reaksi Simon ketika diperintahkan Yesus untuk bertolak ke tempat yang dalam dan menebarkan jalanya, berkatalah Simon kepada-Nya : "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruh-Nya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk. 5 : 5)
Ketaatan Simon kepada Yesus tidak sia-sia, dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah ikan yang melimpah ruah, sehingga jala Simon mulai koyak. Lalu Simon memanggil teman-temannya, bersama teman-temannya, mereka mengisi ke dua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.
Tersungkurlah Simon di depan Yesus memohon ampun karena merasa berdosa, dan merasa tidak layak bagi-Nya. Yesus menghiburnya dan berkata : "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjadi penjala manusia." (Luk. 5 : 6-8)
Simon bersama Yakobus, dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, melihat kekuatan karisma Yesus yang menarik baginya untuk mengikuti-Nya, dengan berani mereka meninggalkan segala-galanya, karena Yesus menawarkan harapan yang memenuhi kebutuhan terdalam bagi mereka dan setiap orang.
Perkataan Yesus kepada Simon, dan teman-temannya juga berlaku bagi kita, "Jangan Takut", merupakan sebuah misi Yesus dan kita percaya bahwa Dia akan terus bekerja bersama kita dan melalui kita, "Menangkap" orang lain sebagaimana Yesus telah menangkap kita dalam jaring belas kasihan dan cinta kasih Allah yang besar.
Tuhan Memberkati
Raymundus Susanto
CIC-Jonggol
Bogor
Komentar
Posting Komentar