Mintalah Berkat Bagi Orang Yang Mengutuk Kamu

Bacaan dan renungan hari ini, minggu 23 Pebruari 2025, Injil Lukas 6 : 27-38, Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita, sikap hati memberi pengampunan kepada sesama manusia. Yang membenci, dan mengasihi musuh, bahkan untuk meminta berkat bagi yang mengutuk kita, serta mendoakan kepada orang yang mencaci.

Injil Lukas hari ini juga mengilustrasikan beberapa contoh yang dilakukan Tuhan Yesus seperti tersebut di atas, bahwa kasih itu harus berbuah dalam kehidupan kita. Kasih yang kita terima dari Yesus harus memiliki dampak bagi sesama kita manusia, sekali pun itu kepada orang yang memusuhi.

Dalam bacaan pertama, 1 Samuel 26 : 2, 7-9, 12-13, 22-23, untuk kedua kalinya Daud membiarkan Saul hidup. Daud bersama Abisai, anak Zeruya, saudara Yoab mendatangi kemah Saul pada waktu malam, dia sedang berbaring tidur. Sedangkan Abner pengawalnya bersama rakyat berbaring di sekeliling perkemahan Saul.

Kesempatan bagi Daud untuk membunuh rajanya, Saul. Abisai sang pengawal Daud membujuk Daud dan berkata : "Pada hari ini Allah telah menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, oleh sebab itu, izinkanlah kiranya aku menancapkan dia ke tanah dengan tombak ini dengan satu tikaman saja. 

Tetapi Daud menghentikan Abisai : "Jangan musnahkan dia, sebab siapakah yang dapat menjamah orang yang diurapi Tuhan, dan bebas dari hukuman? 

Demi Tuhan yang hidup, niscaya Tuhan akan membunuh dia : entah karena sampai ajalnya dan mati. Ambil tombak yang ada di sebelah kepalanya dan kendi itu. Lalu mereka pergi meninggalkan Saul yang tertidur. 

Tidak ada yang melihatnya, tidak ada yang mengetahuinya, tidak ada yang terbangun, sebab sekaliannya tidur, karena Tuhan membuat mereka tidur nyenyak." (ay. 8-12)

Pagi harinya, Daud sampai di seberang perkemahan Saul, berdirilah Daud jauh-jauh di puncak Gunung, sehingga ada jarak yang besar antara mereka. 

Saul bangun dan mengetahui semua peristiwa semalam itu, karena melihat tombak dan kendinya lenyap, dan mendapati dirinya masih hidup, tidak mati dibunuh Daud yang dibencinya.

Dari seberang perkemahan itu, Daud berkata kepadanya : "Inilah tombakmu, ya tuanku, raja! Suruhlah seorang dari orang-orangmu menyeberang untuk mengambilnya. Tuhan akan membalas kebenaran dan kesetiaan setiap orang, sebab Tuhan menyerahkan engkau pada hari ini ke dalam tanganku, tetapi aku tidak mau menjamah orang yang diurapi oleh-Nya." (ay. 21-23)

Mendengar perkataan Daud, Saul memberkatinya, dan berkata : "Diberkatilah kiranya engkau, anakku, Daud. Apa pun yang kau perbuat, pastilah engkau sanggup melakukannya." (ay. 25)

Inilah janji-janji Allah tentang sikap hati kita, bahwa Allah akan mengampuni kita jika memgampuni orang lain. Hendaklah kita murah hati, seperti Bapa adalah murah hati, Bapa tidak akan menghakimi jika tidak menghakimi orang lain.

Berilah, maka kita akan diberi dan ukuran yang dipakai untuk mengukur orang lain, akan diukurkan Allah kepada kita, maka ampuni dan kasihilah sesama kita manusia.

Tuhan Memberkati
Raymundus Susanto
CIC-Jonggol
Bogor





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peka Terhadap Suara Tuhan dan Penderitaan Sesama

Terbentang Jurang Yang Tak Terseberamgi

Kerendahan Hati Orang Ini Sebagai Orang Yang Dibenarkan Allah