AKU PUN TIDAK MENGHUKUM KAMU

 Pekan V Prapakah
Minggu 6 April 2025, kita memasuki hari minggu prapaskah V dengan bacaan Injil Yohanes 8 : 1-11. Yang bercerita tentang Yesus menegakkan keadilan dan memberi belas kasihan kepada seorang perempuan dalam menghadapi tuduhan ahli Taurat dan orang-orang Farisi.

Kisah ini menggambarkan Yesus sebagai guru yang setia dan penuh kasih, mengajar orang banyak yang datang kepada-Nya dalam Bait Allah.

Seketika itu ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa seorang perempuan yang dituduh berzina. Menurut hukum Musa (Taurat) memerintahkannya untuk menghukum perempuan itu dengan melempari batu kepadanya karena ia berbuat zina.

Mereka meminta pendapat Yesus tentang kejadian itu karena tuduhan yang mereka ajukan terhadap perempuan yang berbuat zina tidak didukung oleh bukti yang kuat.

Dan jika Yesus memerintahkan untuk merajam perempuan itu, maka Ia akan ditangkap oleh pemerintah Romawi. Sebaliknya jika Yesus membebaskannya, maka Ia akan dianggap melanggar hukum Taurat.

Mereka menyampaikannya untuk mencobai Yesus, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya.

Lalu Yesus membungkuk dan menulis dengan jari-Nya di tanah. Tulisan-Nya mengandung bermacam penafsiran yang berkembang. 

Dalam tradisi yang paling terkenal mencatat bahwa Yesus menuliskan dosa para ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang mendakwa perempuan yang berbuat zina.

Penafsiran lain, kisah perempuan yang berzina itu mirip dengan kisah dakwaan dua tua-tua kepada Susana dalam kitab Daniel ( TDan 13 : 64), ketika Daniel membela Susana secara implisit, dia mengutip ayat dari kitab Keluaran yang berbunyi : 

"Haruskah kaujauhkan dirimu dari perkara dusta. Orang yang tidak bersalah dan orang yang benar tidak boleh kau bunuh, sebab Aku tidak akan membenarkan orang yang bersalah." (bdk TDan 13 : 53 , Kel. 23 : 7),

Tetapi tulisan Yesus di tanah, tidak ada yang tahu, apakah Ia menulis tentang dosa ahli Taurat dan orang-orang Farisi?

Mereka terus -menerus bertanya kepada Yesus, Yesus pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka : "Siapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepadanya." (Yoh. 8 : 7).

Kemudian Yesus membungkuk kembali dan menulis di tanah. Mereka akhirnya pergi meninggalkan tempat itu seorang demi seorang, mulai dari orang yang paling tua.

Jika benar yang ditulis-Nya di tanah adalah dosa ahli Taurat dan orang Farisi, maka orang paling tua akan meninggalkan tempat itu yang pertama karena dosanya paling banyak.

Yesus bangkit berdiri dan berkata kepada perempuan itu : "Hai, perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang menghukum kamu?" 

"Tidak ada, Tuhan." 

"Aku pun tidak menghukum kamu, pergilah dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang." (Yoh. 8 : 10-11)

Tuhan Memberkati
Raymundus Susanto
CIC-Jonggol
Bogor











Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peka Terhadap Suara Tuhan dan Penderitaan Sesama

Terbentang Jurang Yang Tak Terseberamgi

Kerendahan Hati Orang Ini Sebagai Orang Yang Dibenarkan Allah