HIDUP BARU BERSAMA YESUS Di TENGAH ORANG TERSISIHKAN
HARI RAYA PASKAH KEBANGKITAN TUHAN
Bacaan hari minggu, 20 April 2025, Injil Yohanes 20 : 1-9, menceritakan tentang pengikut Yesus yang manyadari bahwa Yesus telah bangkit dari kematian.
Di awali oleh seorang perempuan bernama Maria Magdalena, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, sekitar jam 3 pagi. Ia pergi ke kubur Yesus tanpa ada rasa takut sedikit pun di hatinya.
Ternyata yang membuat Maria Magdalena seperti itu karena ia mempunyai pengalaman khusus dengan Yesus, ketika ia dibebaskan oleh-Nya dari gangguan tujuh roh jahat (Luk. 8 : 2-3).
Dari pengalaman diselamatkan ini, membuat dirinya mencintai Yesus. Karena rasa cintanya yang besar kepada Yesus, ia berani datang ke kubur-Nya meski hari masih gelap.
Sesampainya di kubur Yesus, ia melihat batu kubur itu sudah tidak ada di tempatnya dan ia berlari-lari mendapati Simon Petrus dan murid lainnya yang dikasihi Yesus. Berkata kepada mereka : "Tuhan telah diambil orang dari kubur-Nya dan kami tidak tahu di mana Ia
diletakkan."
Maria Magdalena adalah saksi pertama dari sebuah peristiwa yang tidak hanya menandai di mulainya minggu baru tetapi juga transformasi sejarah manusia.
Yesus telah menepati janji-Nya. Kematian telah dikalahkan, makam yang kosong adalah pesan bahwa tidak ada yang final dalam hidup ini, bahkan kematian.
Kasih Tuhan lebih kuat daripada kekuatan, kekerasan, atau kekejaman manusia mana pun, kasih-Nya menaklukkan segalanya.
Ketaatan-Nya dalam menjalankan tugas yang diberikan Allah Bapa, menuntun kepada kematian, menunjukkan kasih-Nya yang bebas dan sukarela bagi Bapa-Nya.
Kita pun harus berlari dengan rasa urgensi saat kita mancari Tuhan dalam hidup kita, maka kita akan menemukan Tuhan ketika kita mencari-Nya dengan benar dan tidak dengan setengah hati.
Simon Petrus yang mendahului murid lainnya, masuk terlebih dahulu ke dalam kubur Yesus. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, kain peluh yang tadinya ada di kepala-Nya tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung.
Murid lainnya yang juga masuk ke kubur itu melihatnya dan mereka percaya sebab selama itu mereka belum mengerti isi kitab suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.
Lalu mereka pulang ke rumah masing-masing dengan mulut tertutup, tanpa sepatah kata apa pun, dan seperti tidak terjadi apa-apa. Mereka tidak bergembira atas kemenangan Yesus, tetapi mereka dalam rasa ngeri dan takut.
Itulah sebabnya Tuhan menganugerahkan penampakan pertama kepada perempuan. Karena perempuan suka bercerita. Dengan ceritanya itu, maka peristiwa kebangkitan Yesus dapat diteruskan kepada semua orang.
Paskah harus membuat kita bersemangat dan bergembira atas kemenangan-Nya atas maut, dan untuk menjumpai Yesus di kahidupan baru, di tengah masyarakat yang lemah, hina, menderita dan tersisihkan. Dia bangkit, kita pun bangkit, supaya dunia manjadi baru.
Tuhan Memberksti
Raymundus Susanto
CIC-Jonggol
Bogor
Komentar
Posting Komentar