Hai Engkau Orang Bodoh Untuk Siapakah Itu Nanti?


"Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidak tergantung daripada kekayaannya itu." (ay.15)

Bacaan Injil minggu ini, 03 Agustus 2025, menceritakan tentang orang kaya yang bodoh, yang menimbun kekayaan duniawi untuk dirinya sendiri, tetapi tidak menjadi kaya di hadapan Allah.

Yesus memperingatkan orang kaya yang bodoh itu dan kita semua, bahwa kekayaan duniawi bersifat sementara dan tidak akan menjamin untuk memperoleh keselamatan dan hidup kekal.

Untuk memperoleh keselamatan dan hidup kekal bersama Allah di dalam Kristus, maka hiduplah dengan kekayaan yang sejati, kekayaan yang selayaknya dipergunakan untuk memuliakan Allah dan memupuk kepedulian kepada sesama ( orang lain ).

"Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil daripadamu, dan apa yang telah kau sediakan, untuk siapakah itu nanti?" (ay.20)

Yesus menekankan perumpamaan itu kepada orang kaya yang siang-malam bekerja keras dan mengumpulkan semua hartanya dan digunakan untuk kebutuhan dan keinginannya sendiri, akhirnya semuanya itu sia-sia belaka.

Sebab tidak disediakan untuk kemuliaan Allah yang telah mengasihi dan peduli kepada mereka di dalam kehidupan sehari-harinya dan mereka hanya berfokus pada akumulasi kekayaan duniawi.

"Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari? Bila semua itu bukan untuk kemuliaan Allah, semua itu menjadi sesuatu yang sia-sia, kesia-siaan belaka." ( Pkh. 1 : 2-3)

"Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan di bawah. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi dengan Kristus di dalam Allah." (Kol. 3 : 1 -3)

Selamat Beribadah
Tuhan memberkati
Raymundus Susanto
CIC-Jonggol
Bogor

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peka Terhadap Suara Tuhan dan Penderitaan Sesama

Terbentang Jurang Yang Tak Terseberamgi

Kerendahan Hati Orang Ini Sebagai Orang Yang Dibenarkan Allah