Siapakah Aku Ini Sampai Ibu Tuhanku Datang Mengunjungi Aku?
"Berbahagialah ia yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana. Sebab sesungguhnya, ketika salam Maria sampai kepada telingaku, anak yang dalam rahimku melonjak kegirangan."
Hari minggu ini, tanggal 10 Agustus 2025, Gereja Merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat Ke Sorga, baik jiwa dan raganya.
Sebagai dogma iman yang diumumkan oleh Paus Pius XII pada tanggal 15 Agustus 1950. Peristiwa yang memberikan pengharapan bagi umat katolik untuk memperbaharui harapan akan kebangkitan dan kehidupan kekal bersama Tuhan di sorga.
Pengangkatan Maria ke sorga adalah tanda kemenangan atas dosa dan maut, serta janji akan kebangkitan bagi semua orang yang percaya kepada Kristus.
Bacaan Injil Lukas 1 : 39-56, menceritakan tentang pertemuan Maria dan Elisabet, Maria pergi mengunjungi Elisabet yang sedang mengandung Yohanes Pembaptis.
Bayi dalam kandungan Elisabet melonjak kegirangan saat mendengar salam Maria dan Elisabet pun dipenuhi Roh Kudus. Sukacita yang melimpah karena kedatangan Sang Mesias (ay.41).
Maria dipilih Allah untuk menjadi ibu Yesus, dan kunjungannya kepada saudarinya, Elisabet menjadi saksi tentang rencana keselamatan Allah. Maria tetap rendah hati meski pun ia mengetahui dirinya dipilih Allah menjadi ibu Putera-Nya. Menerima kebesaran Tuhan, dan menerima kasih Allah yang nyata di dalam kehidupannya dan Elisabet.
Kesetiaan Maria senantiasa disertai dan diberkati oleh Allah dan kesetiaannya menjadi inspirasi bagi orang-orang yang setia kepada-Nya. Menjadi saluran berkat bagi Elisabet dan semua orang. Melalui Maria, Tuhan datang Ke dunia untuk menyelamatkan umat manusia.
Diangkatnya Maria ke sorga untuk menegaskan kuasa doanya sebagai perantara bagi umat manusia yang masih hidup di dunia. Dan Maria memuji Tuhan atas karya-karya-Nya yang besar di dalam hidupnya.
"Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamataku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,......" (ay.46-55)
Kisah kunjungan Maria kepada Elisabet mengajak umat percaya untuk meneladani iman, kerendahan hati, penyerahan diri kepada kehendak Allah, kesetiaannya mengikuti Yesus, dan sukacitanya menyambut rencana Allah dalam hidupnya.
Karena Allah bekerja melalui orang-orang yang sederhana dan rendah hati, demi mewujudkan karya keselamatan-Nya di dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Selamat Beribadah
Tuhan Memberkati
Raymundus Susanto
CIC-Jonggol
Bogor
Komentar
Posting Komentar