Kita Menjadi Milik Dia Pada Waktu Kedatangan-Nya
"Persekutuan Para Kudus adalah ikatan spiritual antara umat beriman yang masih hidup, para kudus di surga, dan jiwa-jiwa di api penyucian".
Misa Kudus 2 November 2025, mengingatkan umat katolik untuk mengenang arwah semua orang beriman. Adalah hari di mana umat katolik secara khusus mendoakan dan mengingat jiwa-jiwa yang telah meninggal, terutama yang masih berada dalam proses penyucian atau pulgatarium sebelum memasuki surga.
Paringatan ini didasarkan pada ajaran
"Persekutuan Para Kudus", yang menyatakan bahwa ada ikatan spiritual antara umat beriman yang masih hidup, para kudus di surga, dan jiwa-jiwa di api penyucian.
Kita percaya bahwa doa-doa dari orang yang hidup dapat mambantu jiwa-jiwa di api penyucian untuk segera mencapai sukacita abadi di surga dan bertemu dengan Tuhan.
Pada perjanjian lama, dalam kitab Makabe, Yudas menyuruh khalayak ramai untuk mengumpulkan uang di tengah-tengah pasukan. Lebih kurang dua ribu dirham perak di kirimkannya ke Yerusalem untuk mempersembahkan korban penghapusan dosa. Oleh karena Yudas memikirkan kebangkitan.
Yudas ingat bahwa tersedialah pahala yang amat indah bagi sekalian orang yang meninggal dengan saleh, dengan mengadakan korban penebus salah untuk semua orang yang sudah mati itu, supaya mereka dilepaskan dari dosa mereka. ( 2 Mak. 12 : 43-45 )
Dalam Injil Yohanes 6 : 37-40, Yesus menegaskan kehendak Bapa yang ingin semua orang yang percaya kepada Putra-Nya memiliki hidup kekal dan dibangkitkan pada akhir zaman yang diberikan melalui Yesus Kristus.
Inisiatif penyelamatan berasal dari Allah Bapa, bukan dari usaha nanusia semata. Siapapun yang datang kepada Yesus dengan iman, akan diterima sepenuhnya.
Iman kepada Yesus menjadi kunci untuk menerima hidup yang kekal dan janji kebangkitan pada akhir zaman, yang memberi penghiburan dan kepastian bagi setiap orang percaya.
Bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Karena sama seperti maut datang karena satu orang
manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu manusia, dihidupkan kembali dalam Persekutuan Dengan Kristus.
Namun tiap-tiap orang menurut urutannya : Kristus sebagai buah sulung, sesudah itu kita yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya ( 1 Kor. 15 : 20-23 ).
Tuhan memberkati
Raymundus Susanto
CIC-Jonggol
Bogor
Komentar
Posting Komentar